“SALAM SEHAT”
Peringatan Hari Rabies Sedunia atau World Rabies Day, setiap 28 September. Maka materi “JUMINTAN ” Jumat informasi kesehatan terasa sedikit spesial diepisode kali ini. Topik ini diangkat karena di Kabupaten Karangasem kasus GHPR masih cukup tinggi dari th 2009 s/d bulan Juli 2021 sebanyak 1.835 kasus ( rata-rata : 9 org /hari), Kasus GHPR sebagian besar digigit oleh anjing “Liar”, tingkat penggunaan VAR masih cukup tinggi.
Rabies adalah penyakit yang disebabkan oleh virus rabies Lyssavirus. Virus ini menyerang manusia dan hewan berdarah panas. Rabies merupakan suatu penyakit menular akut yang menyerang susunan syaraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini bersifat Zoonotik (penyakit hewan yg dpt menular ke manusia melalui gigitan hewan terutama anjing kucing dan kera. Penyakit ini bila sdh menunjukan gejala klinis pd hewan atau manusia selalu diakhiri dgn kematian, shg mengakibatkan timbulnya rasa cemas & takut bagi orang yg terkena gigitan & kekhawatiran serta keresahan bagi masy pd umumnya. Di Indonesia, 98 persen penularan terjadi melalui gigitan anjing dan 2 persen lainnya dari kucing dan kera. Virus rabies menyerang sistem saraf pusat dan otak. Setelah melewati masa inkubasi dan menimbulkan gejala, tak ada obat yang bisa melawan virus sehingga kematian mencapai 100 persen. “Kalau sudah menimbulkan gejala, pasti meninggal. Tapi, sebelum menimbulkan gejala, pasien masih bisa diselamatkan dengan sejumlah langkah,” Berikut langkah mencegah gigitan hewan rabies dari kematian.
1. Segera cuci luka setelah digigit dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit. Cara ini ampuh untuk membunuh virus. virus rabies merupakan virus yang terdiri dari RNA rantai tunggal dan dilapisi oleh envelope berupa lemak serta dapat dibunuh dengan sabun atau detergen. “Sama seperti virus corona yang bisa mati dengan cuci tangan, rabies juga memiliki lemak di lapisan luarnya sehingga mencuci luka bisa membunuh virus hingga 90 persen,”
2. Bawa ke rumah sakit dan vaksinasi anti-rabies. Setelah mencuci luka, segera bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Dokter akan memberikan vaksinasi anti-rabies untuk mencegah virus menyerang saraf pusat.
3. Pemberian serum anti-rabies. Jika terdapat indikasi lanjutan, dokter juga akan memberikan serum anti rabies.”Luka dengan risiko tinggi akan ditambahkan dengan pemberian serum anti rabies,”
Cuci luka ditambah dengan pemberian vaksin dan serum efektif untuk mencegah kematian akibat rabies.

#cegahrabies
#takkenalmakatakkebal
#germashidupsehat
#promkesdinkeskarangasem
#kesehatanpulihekonomibangkit