SALAM SEHAT.

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan aksi terpadu untuk menurunkan angka kejadian penyakit menular berbasis lingkungan, salah satunya yang paling umum adalah diare. Demikian disampaikan oleh Kabid Kesehatan Masyarakat
(I Wayan Merta,SKM.MAP) yang didampingi Kasi Promkes pada acara interaktif program siaran “JUMINTAN” yang disinkrunkan dengan rangkaian acara Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia tahun 2020, di Kabupaten Karangasem (23/10/2020).
Sebagai dasar tindak lanjut kegiatan ini adalah surat dari Dirjen Bina Pembangunan Daerah, Nomor 440/3857/Bangda, yang menghimbau kepada Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota seluruh Indonesia untuk mengajak masyarakat mengkampanyekan “Cuci Tangan Pakai Sabun mulai tanggal 9 Oktober s/d 9 November 2020”. Kampanye tersebut dapat dilakukan melalui iklan layanan masyarakat, media social dan media informasi lain yang dimiliki masing-masing Pemda, dengan slogan (Tagline) yaitu “AYO CUCI TANGAN PAKAI SABUN”
Dasar hukum STBM yaitu sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 852 Tahun 2008 tentang strategi nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). STBM adalah satu program nasional Indonesia di bidang sanitasi yang dipegang oleh Kementerian Kesehatan sebagai leading sector. Strategi nasional untuk program STBM yaitu dengan menciptakan lingkungan yang kondusif, peningkatan kebutuhan, peningkatan penyediaan, pengelolaan pengetahuan, pembiayaan dan pemantauan.
Selain itu, STBM juga merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan.
Masyarakat yang melaksanakan 5 pilar STBM adalah masyarakat yang telah mencapai kondisi sanitasi total yaitu dengan Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum di Rumah Tangga (PAM RT). Pengelolaan sampah rumah tangga, dan Pengelolaan limbah cair rumah tangga.
“Studi WHO 2007, menyatakan bahwa dengan modifikasi lingkungan (perpaduan antara intervensi pengelolaan air minum, CTPS, akses jamban yang layak, akses air minum yg layak) akan mampu menurunkan angka diare hingga 94 %”.
Tangan merupakan pembawa utama kuman penyakit, Mencuci tangan dengan sabun adalah salah satu cara paling efektif untuk mencegah penyakit. Mencuci tangan juga bermanfaat untuk membunuh kuman penyakit yang ada di tangan, mencegah penularan penyakit seperti diare, kolera, disentri, typus, kecacingan, flu burung atau SARS . Selain itu, tangan menjadi bersih dan bebas dari kuman (Kemenkes RI, 2014). Indikator waktu untuk mencuci tangan pakai sabun adalah sebelum makan, sebelum mengolah dan menghidangkan makanan, sebelum menyusui, sebelum memberi makan bayi/balita, sesudah buang air besar/kecil, dan sesudah memegang unggas/hewan, ujar Wayan Merta,SKM.MAP.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem melalui Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, bekerjasama dengan siaran program “JUMINTAN” Jumat Informasi Kesehatan RGS Amlapura.
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi website Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem (diskes.karangasemkab.go.id), https://www.facebook.com/dinkes.dinkes.18, dan IG (dinaskesehatan_karangasem)…(wsp)

#satukantekadmenujuindonesiasehat
#germashidupsehat
#promkesdinkeskarangasem
#ayocucitanganpakaisabun_ctps